4 Protes Susi Pudjiastuti soal Ekspor Benih Lobster

4 Protes Susi Pudjiastuti soal Ekspor Benih Lobster

JAKARTA – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti dengan tegas mendatangi Peraturan Menteri (Permen) KP Cetakan 12 Tahun 2020 tentang Tata Lobster, Kepiting, dan Rajungan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Susi, kebijakan tersebut hanya akan merugikan Nusantara jika terus dijalankan.

Menurutnya, Indonesia merupakan satu-satunya negeri di dunia yang mengizinkan ekspor benih bening lobster (BBL) ataupun benur. Melalui Instagram @susipudjiastuti115, seraya meneteskan air mata, Susi mengutarakan, lobster dan jenis hewan bahar lainnya merupakan plasma nutfah dengan secara genetik tidak bisa direkayasa manusia untuk keberlanjutan (sustainability) kehidupannya.

Berikut adalah sejumlah protes yang disampaikan Susi Pudjiastuti terhadap kebijakan ekspor benih lobster, dirangkum Minggu (29/11/2020).

Menangkap Juga: Luhut Bakal Izinkan Kembali Ekspor Benih Lobster

1. Merugikan Anak buah

Susi menghargai, benih lobster sebagai sumber daya yang dimiliki Indonesia akan memiliki nilai ekonomi tinggi jika dibudidayakan, tak saja memberikan keuntungan bagi klub, tapi juga bagi negara.

Lobster yang dibudidayakan mau memiliki harga yang jahu lebih tinggi daripada benih lobster itu sendiri. Susi menyebut, lobster berukuran 400 gram hingga 500 gram bisa dihargai Rp600. 000 had Rp800. 000. Sementara benih lobster hanya dihargai Rp30. 000 semrawut Rp Rp60. 000 dari nelayan.

“Kenapa kita kudu ambil bibitnya (lobster), uda begitu pakai kuota ekspor lagi, kemudian, dulu saya larang, harganya tersebut Rp30. 000, Rp40. 000, makin sampai Rp60. 000 bibit lobsternya dari nelayan, sekarang setelah dilegalkan dan diatur dengan kuota nelayan cuman dapat Rp7. 000, Rp15. 000. Itu lah pola budi dan dasar saya menjadi Gajah, saya punya amanah, saya kerjakan meninggalkan legacy untuk melindungi para-para nelayan, ” ujar Susi.

 

2. Menyikapi Komentar Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator Tempat Kemaritiman dan Investasi sekaligus Menteri KKP ad interim Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 tidak mengalami kecacatan atau bermasalah.

Penegasan luhut didasari sejak hasil evaluasi oleh Tim KKP dalam rapat pimpinan (rapim) pada Jumat sore kemarin. Di mana, hasil evaluasi menyimpulkan bahwa kebijakan itu mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat.

Susi biar merespons pernyataan Luhut, “Luhut nyatakan Permen soal Lobster Era Edhy Prabowo tak salah, ” tulis Susi lewat akun Twitternya, @susipudjiastuti. Di cuitan terpisah, Susi membiarkan emoji sedih, marah, hingga heran menanggapi ucapan Luhut tersebut.