5 Strategi Usaha Tanaman Hias Bukan Sekadar Kejar Untung

5 Strategi Usaha Tanaman Hias Bukan Sekadar Kejar Untung

JAKARTA – Menggeluti usaha tanaman hias atau nurseri tidak hanya terpatok pada harga jual kulak tanaman atau aji mumpung semata-mata. Pasalnya, dalam bisnis ini, ketelitian dan ketekunan lebih diutamakan daripada mengejar keuntungan dengan cepat.

Seperti halnya, banyak tantangan yang harus dihadapi dengan besar dingin sebelum tanaman dilaunching dan berpindah tangan. Tidak hanya berlaku selaku pemilik, perawat, dan pedagang, tetapi juga sebagai pengelola atau manajer yang andal, baik pada lapangan maupun di belakang meja.

Terkait hal tersebut, berikut muslihat dalam menggeluti usaha nurseri, semacam dilansir dari buku “Sukses Mengasaskan Bisnis Tanaman Hias” oleh Sidang pengarang PS, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Baca Juga: 6 Bentuk Promosi Usaha Rumahan, Nyebar Brosur hingga Ikuti Pameran

1. Menyusun tanaman hias

Pengelolaan nurseri tidak terlepas daripada pengaturan stok tanaman hias agar tidak terjadi risiko penumpukan. Stok berlebih hanya akan menambah imbalan maintenance dan mempersempit luas tanah usaha.

Kuantitas flora sebaiknya disesuaikan dengan permintaan rekan. Bahkan untuk jenis super istimewa, jumlah bisa saja dibatasi untuk mempertahankan harga. Lebih baik tak mampu memenuhi keinginan konsumen daripada sampai menjatuhkan harga pasar.

Strategi antisipasi mendasar ialah dengan memantau atau memprediksi harapan tanaman yang sedang dan mau tren. Akan jauh lebih baik jika nurseri telah menyetok lebih awal tanaman yang sekiranya mau berkibar, seperti sediakan bibit-bibit berisi sehingga saat pasar terbuka, mau siap berlomba.

Baca Juga:   Usaha Minus Modal di Tengah Covid-19

2. Menyusun tanaman hias

Tanaman hias ditata berdasarkan susunan tinggi atau warna, bisa juga dirunut menurut genusnya lalu dipadu padankan dengan elemen taman asing, seperti gentong, bebatuan alam, serta patung.

Berbagai tema dan gaya taman pantas dicoba sesuai jenis tanaman yang dijual. Seperti misalnya, bahkan bisa mengabulkan penggabungan usaha nurseri dengan kafetaria atau gallery dengan tetap menumpukkan nurseri sebagai daya tarik pokok.

3. Menganalogikan tempat usaha

Secara fisik, mengelola tempat usaha berkaitan dengan tampilan gedung tertib secara interior maupun eksterior. Pada pemeliharaannya, selain menjaga konstruksi gedung, sanitasi lingkungan pun sangat dibutuhkan.

Tempat usaha yang terawat akan membuat konsumen tetap betah berlama-lama. Selain itu, sanitasi memegang peranan penting mengingat buatan yang dijual cukup rentan terhadap serangan hama penyakit.

Loading…