Aliran PHK, Menaker: Banyak Perusahaan Tak Lapor

Aliran PHK, Menaker: Banyak Perusahaan Tak Lapor

JAKARTA kacau Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah pekerja yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan sebanyak 1, 7 juta orang pada 27 Mei 2020.

Taat Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, jumlah PHK dan dirumahkan masih tetap 1, 7 juta karakter. Sebab, banyak perusahaan yang tidak melapor ke Kemnaker soal bahan terbaru.

“Sebenarnya naik turunnya jumlah PHK ini kecil karena banyak pekerja sudah kerja kembali dirumahkan. Lalu PHK juga kan prosedur panjang, kebanyakan mereka dirumahkan angka PHK kecil. Kalau ada PHK ditemukan, banyak sekali perusahaan tidak dilaporkan ke kita, ” ujar dia di Kemenko Kemaritiman serta Investasi Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Baca Juga:   Virus Corona, PSBB Transisi serta Ancaman PHK

Kemudian, ada juga pekerja dengan PHK diselesaikan secara internal. Misalnya, Grab, Gojek dan Lion Air. Hal ini pun tidak terdata oleh Kemnaker.

“Jadi data hanya segitu aja sebab yang dirumahkan sudah bekerja balik, apalagi di zona hijau. Beta datang ke kawasan industri serupa banyak yang operasi. Kita tinggal pastikan protokol kesehatannya aja supaya tak ada Covid-19, ” membuka dia.

Sebelumnya, Kepala Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mencatat ada 6, 4 juta karyawan yang kena PHK atau dirumahkan akibat wabah Covid-19.

Baca Juga:   Gegara Corona Banyak Pengangguran, 10 Juta Orang Butuh Lapangan Order

Jumlah tersebut melebihi data Kementerian Ketenagakerjaan yang menyebut karyawan yang terkena PHK dan dirumahkan sekira 2, 9 juta orang pada Mei 2020.

Beberapa asosiasi industri sudah melaporkan data karyawan dengan telah di-PHK dan dirumahkan. Antara lain asosiasi tekstil 2, satu juta karyawan, pengusaha angkutan tanah yang tergabung di Organda sebesar 1, 4 juta karyawan, mengikuti asosiasi alas kaki dan elektronik masing-masing 250. 000 karyawan.

(fbn)

Loading…


Info tentang Paito Warna