Budidaya Cabai Terintegrasi Sapi Jadi Klaster Pertanian Baru

Budidaya Cabai Terintegrasi Sapi Jadi Klaster Pertanian Baru

BLORA – Inovasi untuk mengembangkan buatan pertanian terus dilakukan agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Terbaru, penanaman cabai merah terintegrasi peternakan lembu menjadi pilihan petani sekaligus penjaga di Kabupaten Blora Jawa Pusat.

Apalagi, para petani juga mendapatkan pendampingan dari Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah. Apalagi kersajama pengembangan klaster pertanian secara peternakan di Kabupaten Blora yang diawali sejak 2017, akan diperpanjang. Tentu ini menjadi angin hangat bagi petani di tengah gawat pandemi Covid-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Suko Wardoyo, mengutarakan, cabai merah masih menjelma komoditas yang berpotensi dikembangkan pada Kabupaten Blora. Terlebih banyak petani cabai di Blora yang belum maksimal dalam mengelola sistem tata hasil pertanian pasca-panen.

Baca juga: Jual Mainan, Milenial 33 Tahun Jadi Miliarder Baru di China

“Kami ingin kerjasama perluasan klaster pertanian cabai merah yang terintegrasi dengan peternakan sapi potong di Kabupaten Blora bisa bersambung dan dikembangkan lebih luas lagi, ” kata Suko saat video konferensi dengan Bupati Blora Djoko Nugroho, Selasa (7/7/2020).

“Sebelumnya kita sudah melakukan pendampingan pada kelompok tani di Desa Purworejo Kecamatan Blora dan Desa Dringo Kecamatan Todanan, ke aliran akan kita kembangkan di Daerah Palon, Kecamatan Jepon, ” ujarnya.

Tidak hanya pendampingan tentang teknik pertanian, pihaknya juga akan menggandeng tim ahli buat pendampingan pengolahan pasca-panen sehingga nilai komoditas tidak jatuh ketika puncak musim panen. Baik secara kelembagaan seperti pembentukan koperasi, maupun sandaran alat pengeringan cabai untuk diolah menjadi produk UKM lainnya.

Baca juga; Zaman Kecil Jeff Bezos, dari Ditinggal Ayah Kandung hingga Punya Kakek yang Inspiratif

Bupati Blora Djoko Nugroho menyambut baik rencana perpanjangan kerjasama itu. Bahkan dia meminta Kepala Jawatan Pertanian dan Ketahanan Pangan, beserta Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, dan Bagian Tata Pemerintahan Setda Blora untuk segera membuat rencana perpanjangan kerjasama ini.

“Alhamdulillah ini sinyal bagus untuk para petani cabai kita, tolong nanti OPD terkait bisa cepat menindaklanjuti persiapannya. Kita akui dasar Blora punya potensi besar di dalam pertanian cabai merah, ” sederhana Djoko.

Menurutnya, berlaku permasalahan klasik ketika panen awam karena harga cabai jatuh luput. Stok yang berlebihan di pasaran mengakibatkan komoditas cabai tak perangai. Akibatnya, banyak petani merugi sebab tak bisa menutup biaya selama masa tanam.

“Sering harganya anjlok saat musim panen, sehingga kita gerakkan seluruh ASN untuk ikut membeli dengan nilai pasar agar petani tidak celaka. Dengan adanya kerjasama ini kami berharap nantinya banyak manfaat yang diperoleh para petani cabai, ” ucapnya.

(kmj)

Loading…