DPD Minta Presiden Soroti Proyek Pembangkit Listrik PLN

DPD Minta Presiden Soroti Proyek Pembangkit Listrik PLN

BOGOR – Wakil Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mempertanyakan kebijakan PLN pada Sumatera Selatan yang menghentikan proyek konversi pembangkit listrik bahan bakar minyak ke batubara. Sementara semua studi dan kesiapan konversi tersebut telah direkomendasi untuk dijalankan.

Pembicaraan tersebut menjadi salah satu topik dalam rapat konsultasi antara Pimpinan DPD RI oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Selasa (6/10/2020) sore.

Baca Juga: Pasok Kebutuhan Smelter Feronikel, Antam Bangun Pembangkit Listrik Sendiri?

Rapat konsultasi yang berlangsung 1 jam itu dihadiri Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dan Sultan Baktiar Najamudin. Sementara Wakil Ketua DPD RI Mahyudin berhalangan hadir karena masih bertugas di Kalimantan Timur.

Diungkapkan Sultan, keputusan PLN buat membangun PLTU Mulut Tambang pada Sumatera Selatan dengan memanfaatkan energi murah yang tersedia di Sumatera Selatan sudah sangat tepat. Sebagai bagian dari konversi pembangkit tenaga BBM yang mahal, sehingga meraih dilakukan penghematan yang signifikan.

Untuk tersebut PLN juga merencanakan pembangunan jaringan transmisi interkoneksi Sumatera 275 kV termasuk gardu induk 275 kaviar. “Tapi dari temuan kami, cara ini sekarang terhenti dan bukan dilanjutkan oleh PLN. Untuk tersebut kami mohon Bapak Presiden tuk dapat memberi perhatian terhadap hal tersebut, ” urai Senator asal Bengkulu ini.

Sultan juga menyampaikan masih adanya kebijakan daerah yang diskriminatif dan merugikan pelaku usaha. Dikatakan, dari beberapa temuan, masih ada hambatan redovisning dan dunia usaha yang terjadi akibat Perda, Peraturan Gubernur lalu beberapa diskresi yang dikeluarkan melalui keputusan dinas di daerah.