Harga Minyak Melemah, Investor Khawatir Akan Kenaikan Kasus Covid-19

Harga Minyak Melemah, Investor Khawatir Akan Kenaikan Kasus Covid-19

NEW YORK – Harga minyak mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (28/7/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan pertikaian antara anggota parlemen akan paket stimulus ekonomi dan naiknya kasus virus corona di seluruh dunia.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (29/7/2020), minyak mentah berjangka Brent turun 19 sen atau 0,4% menjadi menetap di USD43,22 per barel. Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 56 sen, atau 1,4%, menjadi $ 41,04 per barel.

 Baca juga: Minyak Akan Habis 7 Tahun Lagi, Pertamina EP Temukan Cadangan Migas Baru

Brent masih di jalur untuk kenaikan bulanan keempat. Sedangkan, minyak mentah AS diperkirakan akan naik untuk bulan ketiga.

Partai Republik AS pada hari Senin meluncurkan proposal bantuan coronavirus baru yang disepakati dengan Gedung Putih, empat hari sebelum jutaan orang Amerika kehilangan tunjangan pengangguran yang diperluas. Paket itu menghadapi perlawanan baik dari Demokrat dan dari beberapa Partai Republik.

“Ada kekhawatiran dengan stimulus dari Washington, yang sangat penting untuk minyak dan untuk mendukung permintaan, terutama untuk bensin,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

 Baca juga: Harga Minyak Meningkat di Tengah Harapan Stimulus Ekonomi AS

Kilduff menambahkan bahwa semakin lama pembicaraan keluar, semakin akan membebani sentimen pasar.

Selain itu, sentimen negatif juga dikarenakan kepercayaan konsumen AS menurun pada bulan Juli di tengah maraknya infeksi COVID-19 di seluruh negara. Kasus di seluruh dunia telah meningkat menjadi sekitar 16,57 juta orang.

Loading…