Harga Minyak Mentah Naik Nyaris 2% di Tengah Penantian Hasil Pilpres AS

Harga Minyak Mentah Naik Nyaris 2% di Tengah Penantian Hasil Pilpres AS

NEW YORK – Nilai minyak melonjak hampir 2% di dalam Selasa (3/11/2020) waktu setempat. Kemajuan harga minyak seiring dengan rekan keuangan lainnya di tengah Penetapan Presiden Amerika Serikat.

Meskipun para pedagang bersiap untuk volatilitas tergantung pada hasil pemungutan suara. Selain itu sebab melonjaknya kasus virus Corona dalam seluruh dunia memicu kekhawatiran tentang permintaan bahan bakar.

  Baca juga; Harga Minyak Melonjak di Atas 2%

Melansir Reuters, Jakarta (4/11/2020), minyak mentah berjangka Brent naik 74 sen atau 1, 9%, menjadi USD39, 71 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 85 sen atau 2, 3% menjelma USD37, 66.

Pergerakan harga minyak terjadi menjelang data yang diperkirakan menunjukkan simpanan minyak mentah AS naik 900. 000 barel pekan lalu sesudah naik 4, 3 juta barel pada pekan sebelumnya.

  Baca juga: Makna Minyak Anjlok 5% Imbas Kewaswasan Lockdown di Jerman dan Prancis

American Petroleum Institute (API) akan merilis petunjuk inventarisnya Selasa malam menjelang bahan pemerintah dari Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu.

Setelah kampanye kepresidenan yang memuakkan yang mengekspos kedalaman perpecahan politik di Amerika Serikat, orang Amerika melakukan pemungutan pandangan pada hari Selasa untuk menunjuk Donald Trump yang sedang menjabat atau penantang Joe Biden untuk memimpin negara yang dilanda pandemi selama empat tahun ke pendahuluan.

“Pemilu memimpin pasar hari ini. Minyak kasar naik… Perasaan umum tampaknya kalau hasil akhirnya bisa datang menyesatkan cepat besok, “kata Robert Yawger, direktur masa depan energi di Mizuho di New York.

Indeks pasar bagian utama AS diperdagangkan lebih tinggi, dengan S& P 500 terbang 1, 8%.

Dolar AS, sementara itu, merosot 0, 6% terhadap sekeranjang tanda uang. DXY karena selera risiko tumbuh pada taruhan bahwa Biden akan menang.