Jadwal Efek Syariah Periode II-2020 Sudah Terbit!

Jadwal Efek Syariah Periode II-2020 Sudah Terbit!

JAKARTA – Otoritas Bantuan Keuangan (OJK) telah menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) Periode II-2020. Dengan adanya daftar terbaru ini, maka daftar pada periode pra menjadi gugur.

Apa Itu DES?  

DES merupakan kelompok efek yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar pangkal, yang ditetapkan oleh OJK ataupun pihak yang mendapat persetujuan OJK sebagai penerbit DES.

DES memiliki peran yang istimewa sebagai panduan investasi bagi pemakai DES seperti manajer investasi, pengelola reksa dana syariah, asuransi syariah dan investor syariah lainnya.

DES juga menjadi acuan bagi Bursa Efek Indonesia & pihak lain yang ingin menjadikan Indeks Saham Syariah. DES Era II-2020 akan mulai efektif aci pada tanggal 1 Desember 2020.

DES Dimanfaatkan untuk Apa?

DES salah satu tolak ukur yang digunakan untuk para Direktur Investasi pengelola reksa dana syariah, asuransi syariah, dan investor dengan mempunyai preferensi untuk berinvestasi di dalam efek syariah, serta referensi untuk penyedia indeks syariah, seperti PT Bursa Efek Indonesia dalam melahirkan Jakarta Islamic Index (JII), Jakarta Islamic Index 70 (JII 70), dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Adapun efek-efek syariah yang termuat dalam DES dimaksud meliputi 436 saham emiten dan perusahaan publik, serta buntut syariah lainnya. Sumber data dengan digunakan sebagai bahan penelaahan dalam penyusunan Daftar Efek Syariah dimaksud adalah berasal dari laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020, serta data pembantu lainnya berupa data tertulis dengan diperoleh dari emiten atau perusahaan publik.

Jalan OJK Tetapkan DES

Berdasarkan ketentuan, secara berkala OJK melakukan penerbitan DES dalam akhir Mei dan November dengan efektif pada tanggal 1 Juni dan 1 Desember.

Selain itu, secara insidentil, penerbitan Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat emiten atau kongsi publik yang pernyataan pendaftarannya sudah menjadi efektif dan sahamnya menutup kriteria sebagai efek syariah, ataupun apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta material dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah. (CM)

(yao)