Lakon Wanita Muda Kate Serabutan Bangun Kerajaan Vape & Jadi Miliarder

JAKARTA – Saham perusahaan rokok elektrik asal China RLX Technology anjlok sebesar 54% pada 22 Maret 2021. Merosotnya nilai saham tersebut membuat kapitalisasi pasar kongsi milik Kate Wang terpangkas lebih dari USD16 miliar.

Kemerosotan berlanjut sepanjang minggu karena investor menjual di tengah berita potensi tindakan keras pabrik oleh regulator tembakau China dan pengumuman Komisi Sekuritas dan Bursa bahwa mereka akan mulai menegakkan undang-undang yang mewajibkan perusahaan dengan terdaftar di China buat memberikan audit atau berisiko dihapus dari daftar.

Itu hanyalah fragmen lain dalam cerita sebuah perusahaan yang bangkit dari nol menjadi merek rokok elektronik terbesar di China dalam tiga tahun.

Baca Serupa:   Daftar Miliarder Negeri, Makin Banyak Orang Makmur di Tengah Covid-19 

Hanya besar bulan sebelumnya, perusahaan jadi mengumpulkan USD1, 4 miliar dalam IPO blockbuster dalam New York Stock Exchange yang melambungkan empat pendirinya ke peringkat terkaya pada dunia.

Dalam antara mereka adalah CEO Kate Wang. Wanita muda berusia 39 tahun itu masuk 57 miliarder perempuan mandiri dari China, substansi Wang mencapai USD9, 1 miliar pada hari IPO, berkat 20% sahamnya pada RLX. Sekarang bernilai USD2, 9 miliar, dia mengaku sama sekali tidak termakan oleh perputaran saham.

“Itu tidak memusingkan saya, ” katanya seperti dilansir dari Forbes, Jumat (16/4/2021).

Bahkan dia tidak memiliki akun perantara. “Setiap hari kami fokus pada pekerjaan beta, yaitu pemecahan masalah. “

Wang sudah sepenuhnya membimbing RLX sejak sebuah ide pada tahun 2017 menjadi raksasa dengan telah merebut lebih sejak 60% pasar rokok elektrik yang sedang berkembang dalam China. Hal itu bersandarkan penelitian dari lembaga China Insights Consultancy yang berbasis di Shanghai.