Mau Pinjam Uang untuk Modal Jalan? Perhatikan 5 Prinsip Ini

Mau Pinjam Uang untuk Modal Jalan? Perhatikan 5 Prinsip Ini

JAKARTA – Dalam melakukan bisnis, modal menjadi salah kepala kunci untuk berjalanannya suatu daya. Modal tersebut bisa dari uang pribadi maupun pinjaman.

Namun, bila memang persediaan pribadi tidak cukup, meminjam menjadi satu diantara solusi untuk memulai bisnis. Tapi apakah kalian pernah memikirkan bagaimana ajuan pinjaman dapat diterima oleh pihak bank?

Hal ini dikarenakan, meminjam kekayaan di Bank memang tidak mampu sembarangan. Ada beberapa hal dengan harus dicapai sebelum meminjam uang di Bank.

  Baca juga: 7 Jalan Mematangkan Konsep Sebelum Memulai Usaha

Dikutip sejak buku “Usaha Camilan Modal 1juta Balik Modal 1 Bulan” oleh Adib Ihsan, Jakarta (16/7/2020), Bank akan menilai apakah anda pantas dipinjami modal atau tidak. Berikut prinsip 5C yang harus diketahui:

satu. Character (karakter)

Hal-hal yang diperhatikan berkisar kurun komitmen usaha yang dibangun, rekaman usaha seperti pemasok, pelanggan, serta sejarah perbankan. Bank akan tahu apakah usaha anda pernah memiliki sejarah pinjaman yang bermasalah ataupun tidak.

  Baca juga: Lagi Cari Pangkal Buat Usaha? Coba Cara Itu

2. Capital (modal)

Bank akan melihat seberapa luhur modal yang dibutuhkan untuk cara. Dalam hal ini Bank tidak akan memberikan pinjaman 100% pada pengusaha yang mengajukan permodalan. Kudu tetap ada modal dari diri sendiri, entah itu modal yang berasal dari modal disetor ataupun laba yang terakumulasikan menjadi modal.

3. Collateral (jaminan)

Biasanya bank menginginkan dua jenis jaminan yang bisa dipilih lupa satu atau kedua-duanya, yakni dengan berwujud seperti peralatan, mesin, kendaraan, bangunan, atau tanah. Sedangkan untuk jaminan yang tidak berwujud yakni seperti garansi personal atau kongsi seperti jaminan yang diberikan asuransi kredit.

  Baca juga: Bisnis Sering Bubar? Mungkin karena 8 Hal Itu

4. Capacity (kapasitas usaha)

Bank akan melihat ciri pendukung yang menjadi kapasitas cara sebuah bisnis seperti hasil penjualan, struktur biaya, arus kas, aliran tagihan dan biaya terhadap pendapatan.

5. Condition (kondisi usaha)

Pastikan anda memiliki persetujuan usaha. Untuk usaha mikro lazimnya izin yang diperlukan sebatas permisi dari kelurahan atau kecamatan.

(rzy)

Loading…