Mentan: Saya Minta Jangan Terlambat Beri Pupuk pada Petani

JAKARTA – Negeri memastikan jumlah stok pupuk bersubsidi yang disiapkan tahun ini sudah sesuai secara permintaan. Hal ini untuk meyakinkan petani di seluruh Indonesia bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi aman.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengataka, pemerintah mengabulkan detailing check and re-check guna menyelesaikan permasalahan distribusi. Dengan demikian pupuk bersubsidi didistribusikan sesuai kebutuhan.

“Saya mengambil jangan terlambat beri pupuk kepada petani yang benar-benar membutuhkan. Apalagi di zaman kondisi seperti ini, ketersediaan pangan wajib terjaga, ” katanya, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga:   Mentan Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Awak menjelaskan, sebagai bagian sebab industri strategis yang memiliki peran untuk turut membentengi ketahanan pangan nasional, semenjak awal pandemi, pihaknya menyungguhkan memastikan agar operasional lestari dapat berjalan secara tetap dan keluarga besar Gemuk Kaltim tetap aman dan sehat selama bekerja.

Salah satu desain yang dilakukan adalah secara menjaga ekosistem dan dunia di sekitar perusahaan mencuaikan berbagai upaya pencegahan & penanganan Covid-19 yang komplet, yaitu PKT Proactive COVID-19.

Membaca Juga:   Mentan Ungkap Adanya Permainan Distributor Pupuk

“Kami percaya bahwa agar rumah sehat, maka seluruh kampung juga harus sehat, sehingga upaya yang kami kerjakan sangat menyeluruh dan optimal mulai dari edukasi, menganjurkan berbagai bantuan, hingga penegakan keamanan dalam implementasi protokol kesehatan. Berbagai kolaborasi multi-stakeholder mulai dari pejuang medis hingga aparat keamanan, selalu menjadi strategi dalam kalender PKT Proactive COVID-19. Kami optimis melalui program itu, kami dapat terus membentengi ketahanan pangan nasional, sekalipun di tengah pandemi, ” kata Rahmad.

Dia menyebut, sejak 2020, beberapa inisiatif yang dikerjakan di antaranya penyediaan mobil segar untuk tracing contact COVID-19 di wilayah bufferzone, pelimpahan ribuan masker kepada amtenar di Kalimantan Timur, hingga dukungan penegakan keamanan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Kelompok berbasis mikro (PPKM Mikro) di wilayah bufferzone serta Belimbing.