Pekerja Keluhkan Tak Dapat BLT Subsidi Gaji dan Surat Prakerja, Berikut Fakta Menariknya

JAKARTA – Pencairan sisa dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi perolehan tahun 2020 masih menjelma teka-teki. Hingga kini, keyakinan ihwal waktu penyalurannya kendati belum bisa dipastikan sebab Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Para pekerja mengeluhkan ketidakjelasan kebijakan pemerintah. Khususnya bagi mereka yang belum menerima bantuan tunai tersebut meskipun masuk dalam patokan.

Era ini pencairan BLT subsidi gaji di tangan bank karena masih dalam metode pencocokan data. Setidaknya masih ada anggaran sekira Rp352 miliar untuk mencairkan abu BLT subsidi gaji. Pokok, anggaran BLT subsidi perolehan belum cair 100%.

Ada sejumlah data menarik dari keluhan para-para pekerja. Berikut Okezone merangkumnya pada Senin (12/4/2021).

1. Netizen Bereaksi

Beberapa netizen mengeluarkan keluh kesahnya di Instagram @Kemnaker. Akun bernama yopiwahyudi1’s meminta agar pemerintah prioritaskan pelaku yang tidak mendapatkan kartu prakerja untuk dapat BSU atau sebaliknya, loloskan praktisi yang tidak dapat BSU di kartu prakerja.

Baca Pula:   Nelayan Diberi Modal Rp5, 27 Miliar, Sejenis ini Cara Dapatkannya

Ada pun akun zy_agung dan blackzoa1 dengan meminta sisa BSU termin II segera dicairkan, sebab belum mendapatkan BSU indah di termin I maupun II.

2. BLT Subsidi Perolehan Rp352 Miliar Belum Dicairkan

Tumpuan penerimaan BLT gaji tarikh 2020 sendiri sebanyak 12. 403. 896 orang dengan anggaran sebesar Rp29. 769. 350. 400. 000.

Namun, hingga 31 Desember 2020, anggaran tersebut baru terealisasi sebesar Rp29. 416. 358. 400. 000 atau 98, 81%. Berarti, dana sisa yang dikembalikan ke kas negara sebesar Rp352. 992. 000. 000.

3. Menunggu Pencocokan Data pada Bank

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker Aswansyah menjelaskan bahwa kini pihaknya masih melakukan pencocokan data dengan beberapa pihak bank terkait untuk mengajukan kembali dana BLT tersebut ke Kemenkeu.

Baca Juga:   Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, Bansos Bisa Diperpanjang dan Diperluas

“Data klirnya ini yang masih belum. Istilahnya yang retur tapi belum tersalurkan tersebut yang masih kita cocokkan, ” kata Aswansyah pada Okezone

4. Tak Bisa Buru-Buru

Tempat mengaku tak bisa buru-buru dalam mengerjakan itu sebab dibutuhkan ketelitian agar tak terjadi lagi kesalahan bukti.

“Istilahnya dengan retur tapi belum tersalurkan itu yang masih kita cocokkan. Takutnya kalau kita buru-buru, jadi persoalan baru lagi, ” ujarnya.