Pelajari Dulu Pondasi Sebelum Wujud Rumah

JAKARTA awut-awutan Pondasi pada suatu tempat atau bangunan diibaratkan menjelma telapak kaki manusia atau roda pada kendaraan. Sebab, pondasi yang didirikan kudu kuat menopang dari kokohnya bangunan tersebut.

Tanpa adanya pondasi dengan baik, bangunan atau hunian akan amblas jatuh ketanah hingga adanya dinding dengan patah. Bila suatu era ingin menjual rumah, barangkali yang berharga hanya lah nilai dari tanah itu.

  Baca juga: Ubah Kamar Tidur Jadi Kawasan Kerja, Siapkan Meja Multifungsi

Sama dengan halnya dengan manusia, pondasi memiliki fungsi untuk menahan seluruh berat bangunan yang ada. Misal pada bangunan bertingkat, pondasi akan menahan berat perabotan rumah tenggat berat bangunan itu sendiri.

Seperti dengan dikutip dari buku Pedoman Membangun Rumah karya Griya Kreasi, Jakarta, Rabu (22/4/2021). Berikut beberapa macam pondasi untuk rumah tinggal biasa.

  Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Jadi Gaya di 2021

1. Pondasi Rollag Bata.

Pondasi ini awalnya merupakan pondasi yang diaplikasikan untuk menopang berat muatan pada bangunan. Namun, era ini pondasi jenis tersebut sudah ditinggalkan.

Selain mahal, pemasangan sejak bata sendiri membutuhkan zaman yang lama serta tidak memiliki kekuatan yang bisa diandalkan. Namun pondasi ini tetap digunakan untuk menahan beban ringan, misalnya dalam teras rumah.

2. Pondasi Kurang ajar Kali.

Hingga saat ini pondasi batu kali masih penuh digunakan oleh perencana konstruksi bangunan. Selain kuat, pondasi ini juga tergolong melimpah.

Dengan wujud trapesium dengan ukuran tinggi 60 hingga 80 centimeter (cm), lebar pondasi lembah 60-80 cm, dan luas pondasi atas 25-30 cm. Bahan lain yang gampang sebagai alternatif pengganti kotor kali yakni memanfaatkan bongkaran bekas pondasi tiang pacak atau bekas bongkaran semen jalan.