PR Besar Inklusi Keuangan Indonesia

PR Besar Inklusi Keuangan Indonesia

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan berbagai terobosan dalam jalan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah antara lain melalui sosialisasi serta edukasi keuangan ke berbagai kelompok masyarakat.

Kepala Bagian Literasi dan Inklusi Keuangan Dominasi Jasa Keuangan (OJK) Puji Rahayu mengatakan, perbankan syariah sangat istimewa dalam upaya peningkatan literasi serta inklusi keuangan di Indonesia. Memikirkan kendala yang dihadapi sangat beragam baik secara demografis maupun geografis.

Baca Juga:   Suntikan Likuiditas Perbankan Rp666 Triliun, Pembesar BI: Sudah Cukup

“Tahun ini, terdapat total 4. 727 rencana kegiatan edukasi dari sedikitnya 2. 602 karakter usaha jasa keuangan. Dari OJK sendiri, akan mengadakan sedikitnya 465 kegiatan, ” kata Puji di dalam diskusi virtual, Jumat (9/10/2020).

Puji mengatakan, pihaknya terus melakukan edukasi menetapkan mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah. Agar edukasi pas sasaran, maka OJK melakukan pemetaan menggunakan empat indikator yaitu tingkat literasi, inklusi, gini ratio & pendapatan dalam Rupiah.

Baca Juga:   Genting Ekonomi, Likuiditas Bank Swasta Mengkhawatirkan

“Dari 34 provinsi ada 13 provinsi yang memiliki di bawah angka nasional. Ini lebih bagus dibandingkan biasa. Kalau konvensional itu ada kira-kira 21 provinsi yang masih di bawah rata-rata, ” ujarnya.

Namun dengan pemetaan itu, Puji mengatakan OJK lebih tangan dalam memberikan edukasi yang benar sasaran. Misalnya bagi provinsi yang masuk daerah hijau, maka wilayah tersebut biasanya lebih siap menerima edukasi.

“Tapi kalau di daerah yang masih abang PR nya lebih berat. Jadi harus ada upaya masif untuk sekadar mereka tahu dulu, ” tandasnya.

(fbn)