Ruang Dolar Menguat Ditopang Bukti Ekonomi AS

JAKARTA – Indeks dolar terangkat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada simpulan perdagangan Jumat (Sabtu cepat WIB). Dolar memperpanjang pengukuhan hari sebelumnya ditopang masukan positif pada pendapatan karakter, pengeluaran serta manufaktur pada Midwest AS, dengan pelaku pasar juga mengambil makna dari posisi short dollar bulan ini.

Indeks dolar yang menilai greenback terhadap enam mata uang saingannya anjlok 2, 1% untuk April, adalah penurunan bulanan terbesar semenjak Desember, dilansir dari Jarang, Sabtu (1/5/2021).

Baca Serupa: Usai Sentuh Level Terendah, Dolar Kembali Bangkit

Data AS minggu depan, yang mencakup data penggajian non-pertanian untuk April dan indeks pokok manufaktur dan jasa-jasa AS, akan memperkuat ekspektasi perbaikan yang kuat dari pandemi oleh ekonomi terbesar dalam dunia itu.

“Putaran lain dari petunjuk yang berpotensi kuat di AS dapat menambah tekanan untuk mulai membahas tapering (pengurangan pembelian aset sebab bank sentral), ” introduksi ING dalam catatan studi terbarunya.

“Dengan beberapa kemungkinan pelemahan segar dalam obligasi pemerintah pantas dalam perjalanan, dolar AS mungkin menemukan beberapa masa terhadap imbal hasil aib, ” bank menambahkan.

Baca Juga: Dolar AS Lesu Tertindas Sekeranjang Mata Uang Sari

Sesudah pertemuan kebijakan Fed di Rabu (28/4/2021), Ketua Fed Jerome Powell mengakui pertumbuhan ekonomi AS, tetapi mengatakan tidak ada cukup bukti “kemajuan substansial lebih lanjut” menuju pemulihan untuk menjamin perubahan pada pengaturan moneter yang sangat longgar.

Data Jumat (30/4/2021) menunjukkan rebound 4, 2% dalam pengeluaran konsumen AS pada Maret, di sedang lonjakan pendapatan 21, 1% karena rumah tangga menerima tambahan uang bantuan COVID-19 dari pemerintah, mendukung dolar.

Itu menjadikan kenaikan 0, 4% di dalam indeks pengeluaran konsumsi karakter inti (PCE), dibandingkan dengan kenaikan 0, 3% pada bulan sebelumnya.