Sederet Upaya Memajukan UMKM Indonesia

Sederet Upaya Memajukan UMKM Indonesia

JAKARTA – Upaya pemerintah mendukung kesenangan berusaha bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ditunjukkan secara berbagai cara di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Terlebih lagi, Gajah Koperasi dan UKM Teten Masduki memperkirakan, ada sekitar 47% yang terancam gulung tikar. Padahal, cakap Teten, sektor ini menyumbang 60% PDB Indonesia dan menyerap bertambah dari 90% tenaga kerja. Oleh karena itu dari itu, Teten menekankan persekutuan menjadi penting bagi UMKM buat bisa terus menjalankan operasional mematok berkembang baik.

“Mendorong kemitraan (UMKM) dengan usaha besar. Ini sangat penting, bagaimana industri di Jepang dengan UMKM ambil contoh. Pada Indonesia pun juga banyak (bentuk kolaborasi), di mana sektor UMKM lokal sudah banyak yang oleh sebab itu pemasok Astra misalnya, ” ujar Teten.

Berikut upaya pemerintah mendukung UMKM laksana dilansir dari situs resmi Kementerian Keuangan, Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Dalam mengacu usaha tersebut, kemudahan yang diberikan seperti menyederhanakan prosedur perizinan meniti One Single Submission (OSS).

Baca Juga:   Bertahan di Era Covid-19, UMKM Jangan Kaku 

Kemudian memberi keringanan biaya perizinan bagi pembentukan Usaha Kecil dan pembebasan biaya perizinan bagi Usaha Mikro serta dukungan pembiayaan dengan terjangkau bagi Usaha Mikro serta Kecil (UMK).

Saat UMKM sudah terbentuk, di dalam mengelolanya, pemerintah juga hadir memberi penyederhanaan administrasi perpajakan, insentif retribusi dan kepabeanan. Selain itu, negeri juga menyediakan bantuan dan pendampingan hukum bagi UMK, pelatihan & pendampingan sistem aplikasi pembukuan serta pencatatan keuangan UMK.

Untuk upah, ditentukan suara antara pengusaha dan pekerja minimal sebesar persentase tertentu dari rata-rata konsumsi masyarakat.

UMKM diberikan perlindungan agar tidak dikuasai atau dimiliki oleh usaha besar.