Superior BKPM: Belum Ada Investor Batalkan Investasi Gegara Demo

Superior BKPM: Belum Ada Investor Batalkan Investasi Gegara Demo

JAKARTA – Masyarakat dan para buruh mengabulkan aksi demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) yang perdana saja disahkan Dewan Perwakilan Anak buah (DPR). Aksi demonstrasi ini berlangsung di beberapa daerah Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengucapkan, demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang berlangsung pada hari ini tidak mengganggu iklim investasi di Tanah Air. Sebab hingga zaman ini belum ada rencana investor untuk membatalkan rencana investasinya.

Baca Juga:   64 Kali Rapat, Menaker: UU Cipta Kerja Libatkan Serikat Pekerja dan Transparan

“Saya mau mengatakan sampai hari ini belum ada niat investor yang membatalkan gara-gara demo atau mengganggu kondisi investasi, ” ujarnya dalam agenda video conference, Kamis (8/10/2020).

Bahlil menambahkan, dirinya tidak mempermasalahkan aksi demo yang dikerjakan masyarakat. Sebab berdemo merupakan salah satu instrumen dalam berdemokrasi dalam Indonesia.

Hanya sekadar, dirinya meminta kepada peserta lagak untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Apalagi, saat ini kondisi Indonesia masih berat karena harus menghadapi pandemi virus corona (covid-19).

“1997-1988 (saya juga ikut demo). Sempat ditahan akibat demo dan saya kali ini melihat memfoto diri saya demo bagian sebab instrumen. Saya pikir Insya Allah kita berdoa untuk mendapatkan yang terbaik agar ini bisa jadi, ” jelasnya.

Baca Juga:   BKPM: 35 Investor Kritisi UU Cipta Kerja Tak Pernah Investasi di MENODAI

Bahlil pula meminta kepada peserta demo untuk tidak terprovokasi dengan pihak-pihak dengan tidak bertanggung jawab. Karena isu ini bisa rawan untuk dimanfaatkan kelompok tak bertanggung jawab buat menggiring opini.

“Dalam pandangan kami dalam beberapa hari ini rasa-rasanya ini kita telah mulai masuk pada suatu pola di mana ada terkesan sekelompok tertentu yang ingin untuk menggiring fakta menjadi sesuatu yang bukan fakta dengan kepentingan kelompoknya per, ” jelasnya.

(fbn)