Tergulung Utang, Mantan Orang Terkaya China Ini Jual Gedung Pencakar Udara

Tergulung Utang, Mantan Orang Terkaya China Ini Jual Gedung Pencakar Udara

JAKARTA Wanda Hotel Development setuju menjual 90% sahamnya di Vista Tower seharga USD270 juta atau setara Rp3, 96 triliun kepada Magellan Parcel. Kongsi real estate berbasis di Chichago itu memiliki sisa 10% sekadar dari proyek perumahan dan hotel mewah 101 lantai tersebut.

Dengan penjualan aset tersebut, anak usaha yang terdaftar di Hong Kong dari Dalian Wanda Group diharapkan dapat memberi pengembalian bersih sebesar USD12, 13 juta atau Rp178, 22 miliar sebelum pajak.

“Karena proyek properti Chicago masih dalam pembangunan, pembuangan mau membantu mengurangi hutang kelompok zaman ini dan masa depan, ” kata perusahaan mengutip dari Forbes, Senin (3/8/2020).

Baca Juga:   Bill Gates Desak Pemerintah AS untuk Cepat Temukan Vaksin Corona

Wang memiliki kekayaan sebesar USD14, 3 miliar atau Rp207, 64 triliun adalah pendiri & ketua Grup Dalian Wanda. Dia pernah mencicipi gelar orang terkaya China dengan jumlah kekayaan dua kali lebih besar dari zaman ini.

Bagiamana tak, dirinya telah berkecimpung ke industri real estat komersial China pada awal 1990-an dan berhasil menjadikan grup tersebut kerajaan hiburan bagian dunia. Namun sayang pada 2017, posisinya disalip oleh Pendiri Alibaba Group Jack Ma.

Baca Juga:   Karakter India Gusur Warren Buffett Oleh karena itu Orang Terkaya di Dunia

Setelah melakukan banyak akuisisi selama beberapa tahun pada Eropa dan AS, Wanda sudah membongkar aset setelah ditempatkan di dalam daftar pengawasan oleh regulator di April 2017. Dia menjual aset hotel dan pariwisata Tiongkok-nya selama lebih dari USD9 miliar ataupun Rp132, 2 triliun pada 2017, diikuti dengan saham di asosiasi sepak bola Spanyol Atletico de Madrid.

Kemudian arah dari saham di rantai bioskop AS AMC setahun kemudian. Pada Maret, Wanda Sports Group putus untuk menjual bisnis triathlon Ironmannya seharga USD730 juta atau Rp10, 7 triliun.

Dalian Wanda Group telah bergabung secara gelombang perusahaan China yang membongkar-bongkar investasi luar negeri yang ambisius antara 2012 dan 2016. Itu berharap untuk mencap diri mereka sebagai perusahaan kelas global, belajar dari mitra di luar daerah dan melakukan diversifikasi di asing pasar domestik yang semakin penuh. Namun sayanganya, kesepakatan tidak tetap berhasil.

Loading…