Tidak Sembarangan, Bisnis Recehan Hasilkan Cuan

Tidak Sembarangan, Bisnis Recehan Hasilkan Cuan

JAKARTA – Beraneka macam usaha atau bisnis ditawarkan para-para pelaku usaha di kala kala pandemi. Jumlah akun bisnis kian bertambah dengan minat beli online yang juga meningkat.

Pada saat ini muncul bisnis -bisnis “receh”. Di mana rata-rata penjual mengusulkan produk yang sama, karena kehebatan minat yang sedang tinggi. Umum yang mau memulai usaha kudu peka terhadap bisnis ini, karena peluang bisnis menguntungkan.

Dikutip dibanding buku “Profesional dan Mapan Melalui Bisnis Recehan” karya John Afifi, Jakarta, Sabtu (18/7/2020), bisnis recehan ini memiliki peluang bagus, terpendam, menguntungkan, serta mudah dikembangkan.

Biasanya memiliki beberapa sifat antara lain. Pertama, barang dengan dijual banyak dibutuhkan. Ciri itu berkaitan erat dengan serapan rekan.

Baca Juga:   Unik dan Kreatif Maka Kunci Buka Usaha Kopi

Logikanya, jika tersedia banyak orang yang membutuhkan barang maka mereka pasti akan mengambil. Peningkatan volume pembelian ini akan berpengaruh terhadap keuntungan sehingga memiliki peluang untuk segera mapan.

Kedua, tersedia bahan pokok yang mudah didapat serta harganya murah. Sebagus apapun peluang usaha recehan, tanpa akses mendapatkan bahak baku secara mudah dan melimpah, mustahil bisa meraih keuntungan lebih.

Baca Selalu:   Founder Janji Jiwa: Usaha Kopi Tetap Eksis hingga 5 Tahun ke Aliran

Ketiga, bisnis recehan mempunyai nilai plus dibanding pesaing. Bisnisini memiliki nilai plus pasti akan banyak mendatangkan keuntungan dan semoga dikembangkan di kemudian hari. Tetap saja nilai plus ini kudu mampu membedakan bisnis milik sendiri dibanding pesaing.

Adapun nilai plus dalam bisnis apapun setidaknya mencakup beberapa hal seolah-olah berikut:

1. Karakter produk lebih bagus, misalnya bertambah awet, enak, dan kuat atau tidak mudah rusak

2. Kemasan lebih menarik, laksana dikemas dengan warna dan tulisan yang unik dan memiliki nilai keindahan

3. Harga bertambah murah dibanding produk sejenis, namun kualitasnya sama atau lebih ulung

4. Pelayanan bertambah prima, misalnya lebih cepat, santun, dan memuaskan

(fbn)

Loading…